Sang Pemimpi(n)


Hello Fellas, sebelum memulai, "Bismillah" terlebih dahulu. tepat pada pukul 00.52 hari minggu, 30 April 2017. Seketika dari banyaknya impian aku ingin menuliskan salah satu impianku disini. Pernahkah kalian bermimpi? dan pastinya pada dasarnya semua orang memiliki impiannya masing-masing, impian yang mungkin untuk saat ini belum tercapai, impian yang mungkin menurut orang itu adalah impian yang "gila" gak mungkin bisa dan banyak lagi lainnya. Tapi, gpp aku tetep bakal tulis disini karna aku ingin melihat pada 1-2 tahun lagi atau bahkan 5 tahun lagi atau entah itu kapan karna kita gak akan pernah tau segala sesuatu yang kita ucapkan atau tuliskan itu bisa menjadi kenyataan atau tidak, tapi aku percaya selain usaha bahwa ucapan atau tulisan itu adalah do'a dan jika pada akhirnya semua tulisan disini menjadi kenyataan, ini adalah bukti terbesarku dalam impian dan harapan. Impianku untuk saat ini adalah aku memiliki pekerjaan yang dapat membawaku untuk bisa mengelilingi seluruh Indonesia dengan merasakan kenyamanan dan keindahan alam dan juga mengenal budaya, adat, dll dan setelah itu aku tuliskan semua kisahnya melalui blog ini. Apapun itu yang menyangkut dengan kesenian i love it. "Santai tapi serius" adalah salah satu pekerjaan impianku karna jika terlalu santai itu bukanlah pekerjaan, jika terlalu seriuspun hidup terasa hambar karna gak ada hiburan. Aku tau kelemahanku adalah cepat jenuh dan kelemahanku ini bisa dijadikan suatu kelebihan lagi jika bekerja ditempat suasana yang selalu berbeda akan membuatku lebih semangat dalam menjalankannya, salah satunya seperti travel fotografer ataupun travel blogger dan semacamnya. Well... entah takdirku nantinya akan jadi apa. Tahukah kalian dengan quotes seperti "Do what you love, Love what you do" ? ya itulah salah satu impian pekerjaanku, memiliki hobby yang dapat dijadikan suatu pekerjaan. Menyenangkan sekali bukan? jika punya kisah seperti disini dan sempat aku berfikir bahwa rata-rata fotografer itu adalah seorang pria terutama yang berkaitan dengan tema alam. "Adakah diantara kalian wanita Indonesia yang berprofesi sebagai fotografer, namun juga bisa mengelilingi seluruh Indonesia? " , "Apakah aku atau diantara kalian yang memiliki impian yang sama bisa menjadi salah satu wanita Indonesia yang dapat meraih impian seperti itu? " hanya itulah yang saat ini sepintas ada dipikiranku dan tentunya untuk meraih itu juga gak mudah. Oh ya btw, ngomongin soal fotografi tadi. Awal aku mulai menyukai kesenian ya bermula dari fotografi sejak SMA. Saat tahun 2010, waktu itu aku kelas 1 SMA pernah mengikuti kegiatan ekskul fotografi dan diadakan lomba foto. Aku menjepretkan sebuah bunga berwarna kuning dengan memfokuskan kearahnya, dari foto itulah aku mendapatkan juara 1 dan selain itu juga saat kuliah hasil fotoku pernah terpilih untuk dipajang di Binus Syahdan University pada tahun 2014 yang bertemakan "black and white" bisa dilihat disini, hal itulah yang membuatku mencintai segala bentuk yang berkaitan dengan fotografi. Sejujurnya aku memang belum begitu mengerti dengan teknik cara foto objek dengan baik dan benar. Akupun masih perlu banyak belajar terus buat ngembanginnya, tapi hal itu gak menjadi masalah yang penting usaha.

Di tempat inilah kenanganku saat juara 1 lomba foto waktu SMA kelas 1

Hasil fotografi juara 1 saat SMA, 2010




Hasil fotoku yang dipajang di Binus Syahdan University, 2014


Semua hal inilah yang membuatku termotivasi. Sebenarnya semua ini juga terinspirasi dari kisah Trinity yang difilmkan disini hanya saja bedanya Trinity itu keliling dunia gak cuma di Indonesia sedangkan impianku untuk saat ini adalah menginjakkan kaki ke seluruh Indonesia. Tapi, bukan berarti aku gak punya impian untuk ke luar negeri dan buat aku pribadi sepertinya negara sendiri harus dirasakan terlebih dahulu, yakin seyakinnya masih banyak tempat yang indah untuk dinikmati di Indonesia hmm...jika takdirku bukan disini, gak ada salahnya kan untuk memiliki impian dan harapan yang tinggi? :)


"This is one of my dreams, what about your dreams? "




-Kirana Prasiddha Harianto, 2017-









4D3N at Lombok (Edisi Desa, Adat & Budaya Lombok)

Desa Sade, Lombok
Hello Fellas, edisi selanjutnya kali ini mengenai desa, adat dan budaya lombok. Lombok ini pada umumnya menggunakan bahasa sasak dan di Lombok juga ternyata masih banyak orang yang keturunan bangsawan. Biasanya kan kalo orang Jawa sebutannya adalah raden dan roro, sedangkan di Lombok sebutannya adalah lalu (laki-laki) dan baiq (perempuan). 

Oh ya, sebelumnya...selama gue di Lombok. Gue nemu 1 masjid yang besar banget, kayaknya ini masjid terbesar di Lombok deh, karna selama perjalanan hanya masjid ini yang gue liat paling besar dan paling bagus!!! kalo gak salah lokasinya di daerah Mataram *maaf kalo salah, agak lupa hehe* dan foto ini diambil saat gue hanya di dalam mobil, jadi kami hanya sekedar melewatinya saja.



Okeh selanjutnya di edisi sebelumnya, gue mengatakan bahwa awalnya kami diantar ke desa sukarara dan desa sade. Yup! gue akan menjelaskan satu persatu ya! ^^

1. Desa Sukarara


Desa Sukarara merupakan tempat pembuatan kain tenun, saat kami tiba disana. Kami dijelaskan mengenai tenun tersebut. Selain itu kalian juga dapat dipersilahkan untuk mencoba belajar menenun kain disana. Oh ya, konon katanya perempuan disana diwajibkan untuk bisa menenun karna kalo tidak bisa, mereka tidak diizinkan untuk menikah dulu sebelum mereka bisa menenun. Perempuan lombok paling tidak belajar menenun itu dimulai dari umur 9 tahun dan bagi laki-laki lombok tidak diperbolehkan menenun karna menurut budaya mereka mempercayai bahwa laki-laki jika menenun bisa tidak mempunyai keturunan. 









Difoto-foto tersebut awalnya gue ditawarin sama dedare (mbak) untuk menenun, ya karna gue juga penasaran akhirnya gue mencoba untuk belajar tenun disana, bentaran doang sih gak lama. Jadi tuh kata dedare nya caranya dipukul 2x kenceng gitu tapi dengan cara maju mundur cantik *syahrini kali ah* , setelah dikasih tahu kayak gitu gue coba deh... ih easy banget *sombong* saking easy nya gue sampe kaku banget nenunnya. 


*Dedare merupakan sebutan mbak untuk orang lombok, sedangkan untuk mas adalah terune*








Well, setelah selesai belajar menenun. Gue ditawarkan untuk menggunakan pakaian adat khas lombok. Pakaian adat ini biasanya digunakan saat acara pernikahan dan satu lagi apa gitu gue lupa. Nah, pakaian adat ini dipakai saat mempelai pria mendatangkan mempelai wanita.







 Pada foto gue yang satu ini, difoto ini gue menunjukkan tangan kanan diatas tangan kiri dan jempol tangan kanan gue diangkat yang artinya adalah "selamat datang" bagi orang lombok.















Sedangkan pada foto gue yang ini, menandakan "terimakasih" bagi orang lombok. Kalo ini sih kayaknya umum ya rata-rata orang pasti dengan gaya tangannya seperti itu.















2. Desa Sade

Desa Sade ini merupakan rumah penduduk suku sasak dan terdapat 150 kepala keluarga. Desa Sade ini terkenal sebagai tempat wisatawan yang ingin berkunjung. Beberapa cerita yang gue inget dari desa sade ini bahwa perempuan tidak diizinkan keluar untuk melakukan pekerjaan dan hanya diperbolehkan berjualan saja disekitar rumah penduduk itu. Sedangkan untuk pria diperbolehkan bekerja di luar.




Ini adalah pintu depannya untuk masuk ke rumah penduduk suku sasak di Desa Sade.











Setelah masuk, kalian disuruh untuk isi data dan tanda tangan terlebih dahulu.










Di Desa Sade ini banyak orang-orang yang menjual aksesoris gelang, kalung dan semacamnya.











Inilah suasana rumah penduduk Desa Sade beserta jualannya dan kalian tahu bahwa disini lokasinya bener-bener bersih banget. Gak ada tuh yang namanya sampah berserakan dimana-mana dan harusnya kita juga jangan mau kalah ya dengan penilaian kebersihannya! ^^ Karna mau sejadul apapun itu tempat kalo lingkungannya bersih pasti akan terlihat enak untuk dipandang.


Rumah yang terlihat dari depan seperti pada foto ini.











Tapi, rumah yang satu ini tempat-tempat untuk barang-barang yang akan dijual.











Selain menjual kalung dan gelang, penduduk suku sasak ini juga menjual berbagai macam kain tenun yang sudah jadi.










Di tempat ini juga sama seperti di Desa Sukarara yang dapat belajar menenun. Waktu itu gue ditawarin lagi buat belajar nenun tapi dikarenakan udah mencobanya jadi gue gak nyoba lagi hehehe...








Di Desa Sade, rata-rata penduduknya mayoritas adalah islam dan disekitar rumah penduduk tersebut terdapat masjid yang menurut gue sih bagus dan bersih. Nama masjidnya adalah Masjid Nur Syahada.









Saat gue memasuki gang masjid tadi, kalian akan melihat pintu masuk masjidnya seperti ini.











Nah, ini foto dari sisi sampingnya masjid tersebut.











Yang satu ini adalah dalam rumahnya guys...

















Ini adalah salah satu rumah penduduk yang didalamnya seperti itu. Bersih dan rapi ya ^^











Hal yang perlu kalian ketahui disini adalah bahwa penduduk Desa Sade membersihkan lantai menggunakan kotoran sapi/kerbau lah antara dua itu. Tapi, rumah itu gak bau dan bener-bener bersih banget. Tujuannya menggunakan kotoran sapi/kerbau itu dikarenakan supaya lantainya kuat juga.






Para wisatawan katanya biasanya melakukan spot untuk berfoto di area ini karna terlihat keren sih, kayak dimanaaa gitu...Oh ya, sampe2 gue pun bertanya "Apakah atap ini gak pernah bocor kalo lagi hujan?" dan katanya emang gak pernah bocor *wew, salah menduga*




Nah, setelah foto-foto itu. Gue jalan lagi keliling rumah dan gue melihat ada 1 pohon besar yang hanya terlihat akarnya aja dan gak berdaun ini membuat gue bertanya-tanya kenapa ada pohon disini yang unik dan hanya 1 doang pula. Well...pohon ini dinamakan pohon cinta. Kenapa dinamakan pohon cinta? karna pada dasarnya dahulu kala banyak sekali orang yang istilahnya mereka pacaran di tempat itu, maka dari itu dinamakan pohon cinta. *Teruuus mentang-mentang pohon cinta, gue harus banget gitu yaa fotonya sambil meluk pohon?!* (Jomblo gak usah sengenes itu ya) #Eeh (^_^")v



Oh ya satu lagi, bagi yang ingin ke tempat oleh-oleh khas Lombok. Bisa ke tempat yang namanya "Sasaku Supermarket"



Previous
Next






















4D3N at Lombok (Edisi Pulau & Pantai)

Pulau Pasir, Lombok
Hello Fellas...
Yuhuuu!!! Foto diatas adalah gue dan keluarga gue di Pulau Pasir. Siapa sih yang gak suka pergi ke tempat indah banget seperti Pantai di Lombok yang satu ini??! Rasanya gak mau balik, bener-bener menikmati hidup banget disana #relax dan enaknya lagi disana sepiii banget. Jauh dari kata macet, seperti yang ada pada gambar dibawah ini. Yup! denger-denger itu juga macet hanya setahun sekali saat musim lebaran idul fitri. Wew banget gak sih??? *engga sih engga, B aja*.

Jalanan di Lombok
Okeh, sebelumnya gue akan sharing bagaimana awal perjalanan ini. Jadi, pada tanggal 21 April 2017 adalah hari pertama kami akan melakukan perjalanannya dikarenakan jadwal keberangkatannya pukul 10.20 daaan langsung kami bergegas untuk siap-siap berangkat ke Bandara Soetta pukul 7 pagi *takut macet dijalan, lebih baik menunggu daripada telat dan tertinggal ya kan?!*

*Saat di Bandara Paraya International Lombok* Well, kami tiba disini kira-kira jam 1an tapi terhitungnya WITA ya bukan WIB karena saat di Lombok jam 1an dan di Jakarta jam 12 jadi perjalanan kami Jakarta-Lombok adalah 1 jam. Lalu, kami bertemu dengan Pak Ahmad (Tour Guide) *karena perjalanan ini kami menggunakan paket tour* dan gue diberi kain tenun untuk dikalungkan ke leher sebagai tanda "welcome" atau "selamat datang".

Pemberian kain tenun yang mengartikan "selamat datang"
Nah, setelah itu awalnya kami diantar ke desa sukarara dan desa sade. Tapi, pada sharingan pertama gue disini bukan mengenai desa, gue akan membahasnya di lain waktu setelah edisi pantai ini, yaitu edisi desa, adat dan budaya. 













   
Oh ya, sebelumnya gue akan tampilkan terlebih dahulu tempat penginapannya. Penginapan yang kami tempati adalah Lombok Beach Villa.

Pintu menuju ruang kamar
View dari depan kamar
View dari depan samping kanan kamar
View dari depan samping kiri kamar

Berikut beberapa Pulau & Pantai yang udah gue kunjungi disana :

1. Pantai Kuta Mandalika

Kalo kalian mengunjungi pantai ini, kalian akan melihat tulisan besar yang bertuliskan "KUTA MANDALIKA" , Kuta itu sendiri dalam bahasa sasak artinya adalah Ku : Aku , Ta/Te : Disini. 
Next, di tempat ini sebrang pantainya gue makan siang disitu tapi kali ini bukan saatnya untuk membahas makanan ya hahaha... nanti juga gue bahas sedikit yang selanjutnya di edisi food.

 
Gue disini menikmati aja indahnya pantai sambil mengabadikan moment ^^






Selain itu juga, ada beberapa bule-bule kece yang terlihat sangat menikmati indahnya pemandangan Indonesia, Lombok ini *Enjoy your life!* 
  







 Lalu, gue melihat banyak anak-anak kecil yang sedang asyik bermain di Pantai. Salah satunya ini adalah hasil foto yang gue ambil. Terpintas dari foto ini gue berpikir bahwa untuk mencapai kebahagiaan itu, kita harus selalu bersyukur... bersyukur... bersyukur...

Di Lombok juga masih banyak acong (anjing) berkeliaran walaupun gak banyak-banyak banget juga sih. 

*Acong adalah sebutan bagi orang lombok*






 Oh ya penting gak penting. Tolong ya disini gue norak banget, tapi emang faktanya pasir pantai disana lucuuk bulet-bulet kecil udah kayak bumbu merica wkwk :") 








Inilah pemandangan Pantai Kuta Mandalika Lombok :

Pemandangan Pantai Kuta Mandalika 1

  








Pemandangan Pantai Kuta Mandalika 2















 2. Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno

Di sini gue gak banyak foto yang gue dapet dikarenakan aktivitas gue kebanyakan snorkeling dan cuma mampir-mampir doang dari Gili Trawangan ke Gili yang lain. Gili itu sendiri artinya adalah Pulau kecil.

 Ini gue yang sedang menikmati pemandangan laut of course dan ini adalah salah satu perjalanan ke Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno. Well, dari pelabuhan menuju ke Gili Trawangan itu memerlukan waktu kira-kira 45 menit. Waktu terbatas juga, gue di Gili Trawangan cuma mau ganti baju renang, foto-foto. Disini juga pulau yang paling banyak bule-bule nya jadi berasa kayak di negara orang. Selanjutnya, cus snorkeling and theen after that, menuju ke Gili Air untuk makan siang yang jatuhnya jadi makan sore sih hahaha..., Okeh setelah makan-makannya selesai. Kami langsung menuju ke Gili Meno untuk snorkeling lagi, sayang sekali gak ada foto-fotonya pas di Gili Meno. Oh ya ikan-ikan di Gili Meno itu lebih banyak dan juga ikan-ikannya makan roti. Kalo kalian memberikan roti ke arah ikannya pelan-pelan, mereka pasti akan datang kepada kalian.

Laut menuju Gili Trawangan
Nah, kalo pemandangannya begini mah asik aja ya gak sih hmm...Lautnya itu loh biru bangeeett!!!










Hampir sampai di lokasi Gili Trawangan

Setelah lama perjalanan, perjalanan pertama sampai pada Gili Trawangan.

Air lautnya pun nampak jernih, luar biasa ya!










Terlihat yang seperti rumah itu adalah tempat penyu-penyu nan lucu...









Nah, ini dia tempat penyu-penyunya. Ada banyak sekali baby penyu disini ^^  










Kalo yang satu ini lokasinya di Gili Air, disini gue cuma makan aja yang udah disediakan. 













3. Pulau Pasir

 Pulau Pasir ini merupakan pulau yang hanya muncul saat air laut surut. Gue disini bener-bener hanya foto-foto aja di tengah-tengah laut dengan satu lingkaran kecil pasir walaupun difoto gak keliatan-keliatan amat sih. Unik banget pulau yang satu ini, terkadang ada terkadang juga tidak. So, itu semua tergantung terjadinya pasang surut air laut.
Nah, ini dia gue dikasih unjuk sama mas-mas nelayannya, ada bintang laut. Elok banget, lucu-lucu gemassh gimana gituuu... 











Supaya lebih detailnya, nih gue perjelas lagi fotonya :

Bintang Laut di Pulau Pasir
4. Pink Beach

 Setelah dari Pulau Pasir, kami melanjutkan perjalanan ke Pink Beach. Oh ya, perjalanan dari penginapan yang gue tempati ke pelabuhan sekitar 2 jam dan dari pelabuhan ke pantainya memerlukan waktu kira-kira sekitar 1 jam. Tapi, sayangnya waktu itu kami terlalu siang berangkatnya jadinya gak terlalu pink pantainya. Kalian yang ingin mencoba ke Pantai Pink ini setidaknya harus udah sampai di lokasi tersebut dibawah jam 9 pagi supaya dapat melihat lebih pinknya dari pantai tersebut. 
Satu hal lagi yang perlu kalian ketahui adalah kenapa sih pantai tersebut pasirnya itu bisa berwarna pink? karena katanya, pasir itu bercampuran dari warna terumbu karang. Oh ya, aktivitas gue di Pantai Pink ini adalah makan siang.

Next, setelah makan siang. kami siap-siap untuk snorkeling lagi. Ini adalah salah satu tempat yang biasanya untuk orang-orang yang ingin melakukan aktivitas snorkeling. Nah, di laut yang satu ini lebih banyak lagi ikannya dan lebih beraneka macam dibandingkan di Gili Meno. Banyak juga ikan nemonya :3 dan ikan-ikan disini juga makan roti sama seperti di Gili Meno. Oh ya btw in the busway, saran dari gue kalian perlu hati-hati juga kalo mau snorkeling disini, banyak batu-batu karang yang tajam karna di laut itu sebagian ada yang cetek lautnya dan tentunya tetep jaga kebersihan.

Sekian dulu edisi ini, that's why i love to stay in Indonesia because Indonesia has many beautiful and amazing places.