4D3N at Lombok (Edisi Desa, Adat & Budaya Lombok)

Desa Sade, Lombok
Hello Fellas, edisi selanjutnya kali ini mengenai desa, adat dan budaya lombok. Lombok ini pada umumnya menggunakan bahasa sasak dan di Lombok juga ternyata masih banyak orang yang keturunan bangsawan. Biasanya kan kalo orang Jawa sebutannya adalah raden dan roro, sedangkan di Lombok sebutannya adalah lalu (laki-laki) dan baiq (perempuan). 

Oh ya, sebelumnya...selama gue di Lombok. Gue nemu 1 masjid yang besar banget, kayaknya ini masjid terbesar di Lombok deh, karna selama perjalanan hanya masjid ini yang gue liat paling besar dan paling bagus!!! kalo gak salah lokasinya di daerah Mataram *maaf kalo salah, agak lupa hehe* dan foto ini diambil saat gue hanya di dalam mobil, jadi kami hanya sekedar melewatinya saja.



Okeh selanjutnya di edisi sebelumnya, gue mengatakan bahwa awalnya kami diantar ke desa sukarara dan desa sade. Yup! gue akan menjelaskan satu persatu ya! ^^

1. Desa Sukarara


Desa Sukarara merupakan tempat pembuatan kain tenun, saat kami tiba disana. Kami dijelaskan mengenai tenun tersebut. Selain itu kalian juga dapat dipersilahkan untuk mencoba belajar menenun kain disana. Oh ya, konon katanya perempuan disana diwajibkan untuk bisa menenun karna kalo tidak bisa, mereka tidak diizinkan untuk menikah dulu sebelum mereka bisa menenun. Perempuan lombok paling tidak belajar menenun itu dimulai dari umur 9 tahun dan bagi laki-laki lombok tidak diperbolehkan menenun karna menurut budaya mereka mempercayai bahwa laki-laki jika menenun bisa tidak mempunyai keturunan. 









Difoto-foto tersebut awalnya gue ditawarin sama dedare (mbak) untuk menenun, ya karna gue juga penasaran akhirnya gue mencoba untuk belajar tenun disana, bentaran doang sih gak lama. Jadi tuh kata dedare nya caranya dipukul 2x kenceng gitu tapi dengan cara maju mundur cantik *syahrini kali ah* , setelah dikasih tahu kayak gitu gue coba deh... ih easy banget *sombong* saking easy nya gue sampe kaku banget nenunnya. 


*Dedare merupakan sebutan mbak untuk orang lombok, sedangkan untuk mas adalah terune*








Well, setelah selesai belajar menenun. Gue ditawarkan untuk menggunakan pakaian adat khas lombok. Pakaian adat ini biasanya digunakan saat acara pernikahan dan satu lagi apa gitu gue lupa. Nah, pakaian adat ini dipakai saat mempelai pria mendatangkan mempelai wanita.







 Pada foto gue yang satu ini, difoto ini gue menunjukkan tangan kanan diatas tangan kiri dan jempol tangan kanan gue diangkat yang artinya adalah "selamat datang" bagi orang lombok.















Sedangkan pada foto gue yang ini, menandakan "terimakasih" bagi orang lombok. Kalo ini sih kayaknya umum ya rata-rata orang pasti dengan gaya tangannya seperti itu.















2. Desa Sade

Desa Sade ini merupakan rumah penduduk suku sasak dan terdapat 150 kepala keluarga. Desa Sade ini terkenal sebagai tempat wisatawan yang ingin berkunjung. Beberapa cerita yang gue inget dari desa sade ini bahwa perempuan tidak diizinkan keluar untuk melakukan pekerjaan dan hanya diperbolehkan berjualan saja disekitar rumah penduduk itu. Sedangkan untuk pria diperbolehkan bekerja di luar.




Ini adalah pintu depannya untuk masuk ke rumah penduduk suku sasak di Desa Sade.











Setelah masuk, kalian disuruh untuk isi data dan tanda tangan terlebih dahulu.










Di Desa Sade ini banyak orang-orang yang menjual aksesoris gelang, kalung dan semacamnya.











Inilah suasana rumah penduduk Desa Sade beserta jualannya dan kalian tahu bahwa disini lokasinya bener-bener bersih banget. Gak ada tuh yang namanya sampah berserakan dimana-mana dan harusnya kita juga jangan mau kalah ya dengan penilaian kebersihannya! ^^ Karna mau sejadul apapun itu tempat kalo lingkungannya bersih pasti akan terlihat enak untuk dipandang.


Rumah yang terlihat dari depan seperti pada foto ini.











Tapi, rumah yang satu ini tempat-tempat untuk barang-barang yang akan dijual.











Selain menjual kalung dan gelang, penduduk suku sasak ini juga menjual berbagai macam kain tenun yang sudah jadi.










Di tempat ini juga sama seperti di Desa Sukarara yang dapat belajar menenun. Waktu itu gue ditawarin lagi buat belajar nenun tapi dikarenakan udah mencobanya jadi gue gak nyoba lagi hehehe...








Di Desa Sade, rata-rata penduduknya mayoritas adalah islam dan disekitar rumah penduduk tersebut terdapat masjid yang menurut gue sih bagus dan bersih. Nama masjidnya adalah Masjid Nur Syahada.









Saat gue memasuki gang masjid tadi, kalian akan melihat pintu masuk masjidnya seperti ini.











Nah, ini foto dari sisi sampingnya masjid tersebut.











Yang satu ini adalah dalam rumahnya guys...

















Ini adalah salah satu rumah penduduk yang didalamnya seperti itu. Bersih dan rapi ya ^^











Hal yang perlu kalian ketahui disini adalah bahwa penduduk Desa Sade membersihkan lantai menggunakan kotoran sapi/kerbau lah antara dua itu. Tapi, rumah itu gak bau dan bener-bener bersih banget. Tujuannya menggunakan kotoran sapi/kerbau itu dikarenakan supaya lantainya kuat juga.






Para wisatawan katanya biasanya melakukan spot untuk berfoto di area ini karna terlihat keren sih, kayak dimanaaa gitu...Oh ya, sampe2 gue pun bertanya "Apakah atap ini gak pernah bocor kalo lagi hujan?" dan katanya emang gak pernah bocor *wew, salah menduga*




Nah, setelah foto-foto itu. Gue jalan lagi keliling rumah dan gue melihat ada 1 pohon besar yang hanya terlihat akarnya aja dan gak berdaun ini membuat gue bertanya-tanya kenapa ada pohon disini yang unik dan hanya 1 doang pula. Well...pohon ini dinamakan pohon cinta. Kenapa dinamakan pohon cinta? karna pada dasarnya dahulu kala banyak sekali orang yang istilahnya mereka pacaran di tempat itu, maka dari itu dinamakan pohon cinta. *Teruuus mentang-mentang pohon cinta, gue harus banget gitu yaa fotonya sambil meluk pohon?!* (Jomblo gak usah sengenes itu ya) #Eeh (^_^")v



Oh ya satu lagi, bagi yang ingin ke tempat oleh-oleh khas Lombok. Bisa ke tempat yang namanya "Sasaku Supermarket"



Previous
Next






















8 comments:

  1. iya itu masjidnya di Mataram. Itu disebutnya Islamic Center, makanya gede dan bagus banget dalemnya, aku pernah ke sana waktu di Lombok. Tapi belum sempet ke desa2 ini, cuma pernah lewat Desa Sade doang :)

    Salam kenal mba kirana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooh hehe okaay, itu masjid terbesarnya kan ya? sayangnya aku gak sempet mampir untuk liat kedalemnya sih :") , semoga di lain waktu kamu bisa mampir ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi ini ya :)

      Salam kenal juga mbak delina :)

      Delete
  2. Wah, pengalaman yang menyenangkan nih, seru banget bisa jalan-jalan ke salah satu tempat terindah di Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Wah masjidnya sekarang udah jadi ya. Bagus banget

    ReplyDelete
  4. Wah saya seneng mbak bacanya. Sekarang jadi tau deh bahasa tubuh selamat datangnya orang lombok, dan bahasa untuk manggil mbak-mbak/mas-mas disana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo ardilah makasih udah berkunjung dan baca blog ku ya :)
      Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya...

      Delete